Pemulihan Gereja sedang terjadi, tapi dimulai dengan pemulihan setiap individu.
Hati harus dipulihkan, karena hati adalah sumber kehidupan. Firman Allah berbicara tentang hati yang beriman karena mempercayai Firman Allah. Firman Allah berkata tentang hati yang memiliki hikmat yang melampaui segala perkara yang seperti salomo terima. Firman Allah berbicara tentang hati yang memiliki kasih Allah, hingga kita bisa menjalin kasih dengan sesama. Namun banyak orang gagal, mengapa? Karena hatinya tidak dijaga, mengalami luka hati yang dalam, sakit hati dan kepahitan, patah hati dan banyak yang tidak mengalami breaktrough. Hanya Yesus yang sanggup menyembuhkan setiap hati yang terluka.
Juga Tuhan berurusan dengan ucapan mulut kita, karena Paulus katakan dalam Roma, dengan mulut orang mengaku, dengan hati orang percaya diselamatkan, penting sekali tentang pengakuan, kita sebagai orang kristen percaya bahwa kita masuk dalam gereja kita menjadi orang kristen karena pengakuan.
Dalam Yak 3; 9 adalah peringatan Tuhan untuk kita semua. Karena hidup mati kita dikuasai oleh lidah.
Dalam Bilangan 30, berbicara tentang Nazar bangsa Israel kepada Allah yang hidup.
Nazar adalah suatu perjanjian manusia dengan Allah. Nazar artinya berjanji.
Ribuan tahun yang lalu dan sampai sekarang bangsa Israel dalam hari raya Yom Kipur, sebelum hari raya Yom kipur itu maka orang- orang yahudi mereka berkumpul untuk membaca kitab Bilangan 30 dirumah atau dimanapun mereka berada mereka membaca Bilangan 30 mereka meyakini bahwa Allah tetap sama setiap satu tahun sekali Allah membebaskan dari hutang janji mereka dan hutang perkataan Nazar mereka kepada Tuhan yang hidup.
Saat ini, diantara kita banyak yang masih terikat dengan hal-hal dunia, Contoh : “kuamiah , Ahli nujum, sumpah palsu, dan banyak hal lagi yang merugikan hidup kita”. Dan semua nya itu kalau kita tidak segera membatalkannya itu semuanya akan membawa kita kedalam kutuk. Kita harus batal kan itu semua didalam kuasa darah YESUS yang berkuasa. Karena Tuhan ingin memberkati kita dan ingin mencurahkan kasihNya senantiasa dalam hidup kita, serahkanlah semuanya kepada Dia yang berkuasa.
2 hal yang perlu kita ketahui :
Pertama 1. Suami adalah kepala bagi istri, dan bukan untuk setiap wanita. Seorang ayah harus menjadi kepala untuk keluarganya. Dan bukan menjadi dictator. Seorang ayah yang dapat memberikan kepenuhan kebutuhan keluarga, sebagaimana Kristus adalah kepala pria atau gereja.
Juga sebaliknya dengan istri, istri harus tunduk kepada suami, dan bukan kepada banyak pria.
Kedua setiap orang dapat langsung bertemu Tuhan dan dipulihkan, melalui pelayanan healing ministry, dan konseling. Pria adalah sebagai imam bagi keluarganya, sebagai pelindung bagi keluarga dan anak- anaknya.
Pesan Tuhan buat kita semua “mari kita dipulihkan dari ucapan kita, dari pengakuan kita. Dari nazar kita kepada Tuhan, minta Tuhan memulihkan dari perkataan kita yang sia- sia. Sehingga Allah dengan kasihNya memberkati kita berlimpah- limpah. Tuhan Yesus memberkati.
Label: Djohan Handojo
"Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara, aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan difirmankan-Nya kepadaku, dan apa yang akan dijawab-Nya atas pengaduanku." Hab 2:1.
Berbicara mengenai tempat pengintaian, kita akan melihat tentang berdoa. Mengintai artinya kita mengawasi, menantikan, berjaga-jaga. Saudara yang terkasih, kita semua dipanggil bukan hanya untuk diselamatkan tetapi juga untuk menjadi penjaga!
Seorang penjaga adalah seorang yang berdoa bagi yang dijaganya. Seorang yang berdoa adalah seorang yang menanti-nantikan Tuhan! Didalam Mazmur 121 dijelaskan bahwa Allah adalah penjaga bagi Israel. Bukankah kita semua adalah Israel-Israel rohani.
Sadar atau tidak sadar ketahuilah bahwa Allah mengawasi saudara setiap waktu! Mata-Nya tertuju kepadamu!
Menjadi seorang pengintai dan yang berdiri tegak di menara....itu baik, tetapi bagaimana dengan dirimu sendiri? Apakah engkau telah menjaga dirimu sendiri dengan baik? Pertanyaan ini harus kita jawab dengan jujur! Alkitab mengajarkan kepada kita supaya, "Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri dihadapan Anak Manusia." Luk 21:36.
Setiap anak-anak Tuhan diwajibkan untuk berjaga-jaga. Berjaga-jaga bukanlah suatu pilihna tetapi itu adalah satu perintah Tuhan bagi kita semua! Berjaga-jaga untuk apa?? Mungkin itu pertanyaan saudara. Ayat 34 dari Lukas pasal 21 ini menjelaskan: "JAGALAH DIRIMU, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukkan serta kepentingan-kepntingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti jerat."
Mungkin saudara sudah tidak lagi berpesta pora...tetapi melakukan hal-hal untuk memuaskan keinginan daging dengan berlebih-lebihan, seperti: nonton film terus-terusan, main internet, shoping berlebihan....akan membuat kita jadi lupa diri. Bukankah orang yang berpesta pora dan mabuk itu adalah orang yang lupa akan dirinya sendiri? Mereka menjadi tidak sadar akan keadaannya sendiri, menjadi orang yang tidak tahu malu, dan sebagainya.
Orang yang lupa akan dirinya...ia akan lupa masa depannya, lingkungannya, tujuan hidupnya dan yang paling mengerikan adalah....ia lupa dengan Tuhan!!
Tuhan telah berkata bahwa pada hari-hari ini akan semakin jelas antara lalang dan gandum. Antara orang yang sungguh-sungguh dengan yang tidak sungguh-sungguh!
Pada waktu Nuh mengajak orang-orang di jamannya untuk masuk ke bahtera....apa respon dari mereka? Ejekkan, dianggap aneh, gila, dan sebagainya. Kita tahu akhir dari kejadian ini, setelah air bah itu sungguh-sunguh datang dan membinasakan semua orang....hanya Nuh dan keluarganya yang selamat. Nuh telah menjadi penjaga bagi keluarganya!!
Didalam Yoh 21:15-17, Tuhan Yesus bertanya tiga kali kepada Petrus (Murid yang paling berani dan emosional): "Apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?.......Apakah engkau mengasihi Aku?........Apakah engkau mengasihi Aku?" Jika Tuhan Yesus sampai bertanya tiga kali, itu pasti sangat serius!
Kemudian apa yang Tuhan Yesus katakan kepada Petrus? Yesus berkata: "Gembalakanlah domba-domba-Ku" Pertanyaan yang sama saat ini Tuhan Yesus tanyakan kepadamu: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Jika ya..... "Gembalakanlah domba-domba-Ku"
Saudara yang dikasihi, jika engkau berkata bahwa engkau mengasihi Tuhan, maka sudah pasti engkau akan memperdulikan orang lain. Kita akan mengasihi orang lain. Kita akan mengasihi keluarga, teman, lingkungan, bahkan kota tempat kita tinggal! Yer 29:7, "Berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.
Ini adalah kebenaran yang harus kita semua terima dan lakukan, bahkan mengalaminya! Keadaan kotamu adalah tanggung jawabmu!!! Jika kita berdoa bagi kesejahteraan kota kita maka kita juga yang akan menerima akibatnya!
Jika kota kita sejahtera, aman, maka kita juga akan sejahtera dan aman. Kota kita membutuhkan penjaga-penjaga! Dan saudaralah yang telah diselamatkan dan dipanggil untuk menjadi penjaga bagi kotamu! Jadilah penjaga kota yang kuat! Terpujilah nama Tuhan! Amin.
Label: Djohan Handojo
